<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS PPID KEMENAG SULSEL</title> 
				<description>PPID Kemenag Sulsel</description>
				<link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Kakan Kemenag Makassar Buka Raker KKMA,  Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/kakan-kemenag-makassar-buka-raker-kkma--tekankan-kurikulum-berbasis-cinta</link>
						                <description>MAKASSAR , Kemenag Sulsel - Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kota Makassar menggelar kegiatan Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan Silaturahmi dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar bersama anggota kepala madrasah lainnya.Turut hadir langsung membuka acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, M.Ag berlangsung di MAS Bhayangkara Jl. Sultan Abdullah Raya No. 6 Tallo Kec. Tallo Kota Makassar, Kamis 25 Desember 2025.Ketua KKMA kota Makassar Ahmad Taslim, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa rapat kerja dan evaluasi ini dalam rangka penyegaran kembali semua pengurus yang bergabung turut disaksikan langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag. dan membuka acara secara resmi“KKMA ini sebagai wadah kelompok kerja untuk kita semua, ruang berkreasi dan beraktivitas untuk memajukan madrasah aliyah di (KKMA) Kota Makassar,” tuturnya.Ia menyebut salah satu program dari KKMA ini adalah Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah yang bakal intens dilakukan tiap tahunnya.“Salah satu tujuan kegiatan ini dalam rangka untuk membekali kepala madrasah dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk memimpin madrasah secara efektif, berinovasi dalam pengelolaan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil didik siswa melalui implementasi kurikulum yang tepat,” tuturnya.“Kepala madrasah diharapkan mampu menjadi pemimpin pembelajaran, manajer yang andal, dan supervisor yang kompeten untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan inovatif,” tambahnya.Apalagi kata Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag. ini bahwa program Asta cita dan asta aksi kementerian agama harus menjadi prioritas diaplikasikan di madrasah seperti : Program Kementerian Agama Berkaitan Kurikulum Berbasis Cinta, Aspek Ekoteologi, Moderasi Beragama dengan melihat ukuran-ukuran itu apakah sudah sampai kepada Murid-Murid kita semua.“Mau madrasah negeri ataupun Swasta sama keinginannya, sama programnya, tinggal menjadikan prioritas dalam hal ini Asta Cita, turun Asta Protas, lanjut Asta Aksi, kita semua satu tujuan, bagaimana murid yang dibina di Madrasah kita sesuai ekspektasi,” ungkapnya.Terpisah disampaikan, Kepala Kantor Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus KKMA Kota Makassar yang terus bergerak melakukan perubahan, ia menyampaikan selamat atas Rapat Kerja dan Evaluasi.Ia pula menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi kepala madrasah ini menjadi kewajiban untuk terus intens dilaksanakan, apalagi menurutnya teknologi makin maju.“Kita berbicara tentang modul, kompetensi, dan tata kelola. Persoalan tata kelola dan manajemen mutu madrasah itu adalah bagian yang penting. Terutama AI yang sangat maju ini,” tuturnya.Tak hanya itu, ia pula berharap kepada seluruh kepala madrasah untuk mendidik anak dengan cinta."Kita tanamkan di murid kita akhlak keteladanan, kita usahakan mutu dan prosesnya dimaksimalkan, insyallah akan lahir siswa yang berkarakter dan maju,” harapnya.Ada beberapa pesan Bapak Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag kepada kepala Madrasah Aliyah bahwa tetap kita selalu mengawal Program Kerja Bapak Menterian Agama dalam Pendidikan Madrasah seperti Asta Protas dan Asta Cinta dan Asta Aksi dan dilanjutkan rapat program kerja kepala madrasah ini cukup yang Efektif dan Efesiaen jangan yang terlalu banyak dan tidak berjalan dengan Maksimal. (rls/arf)</description>
					                </item><item>
						                <title>Hadiri Open House Natal 2025, Kakanwil Kemenag Sulsel Apresiasi Peran Keuskupan Agung Makassar dalam</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/hadiri-open-house-natal-2025-kakanwil-kemenag-sulsel-apresiasi-peran-keuskupan-agung-makassar-dalam-merawat-kerukunan</link>
						                <description>Makassar, (Kemenag Sulsel) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, menghadiri Open House Keuskupan Agung Makassar dalam rangka Perayaan Natal 2025. Kakanwil hadir didampingi Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB), H. Mallingkai Ilyas, dan Ketua Tim HDI, H. Mawardi, sebagai wujud komitmen Kanwil Kemenag Sulsel dalam memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama.Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, serta dihadiri berbagai unsur lintas agama dan tokoh masyarakat. Para tamu yang hadir secara bersamaan, termasuk Kakanwil Kemenag Sulsel, disambut langsung oleh Uskup Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, selaku tuan rumah.Dalam sambutannya, Ali Yafid menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Keuskupan Agung Makassar dan umat Katolik atas peran aktifnya dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud kebersamaan dan persaudaraan, bukan sekadar kehadiran formal.“Rumah ibadah ini adalah rumah kita bersama. Kerukunan tidak lahir karena kesamaan agama, tetapi karena kesadaran bahwa kita semua adalah satu keluarga besar,” ujarnya.Mengangkat tema Natal “Allah Datang untuk Menyelamatkan Keluarga”, Ali Yafid menekankan bahwa makna keluarga tidak boleh dipahami secara sempit dan eksklusif, melainkan sebagai keluarga besar umat manusia. Menurutnya, tema tersebut sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Cita dan Asta Protas, yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu prioritas utama pembangunan kehidupan beragama.Ali Yafid juga menyampaikan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) secara nasional mencapai capaian tertinggi dalam 11 tahun terakhir, dan Sulawesi Selatan berada di atas rata-rata nasional. Salah satu aspek utama dalam capaian tersebut adalah toleransi, yang terus dijaga melalui dialog dan kerja sama lintas agama.“Jika umat semakin dekat dengan ajaran agamanya masing-masing, maka konflik, perpecahan, dan permusuhan tidak akan tumbuh, karena semua itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama,” tegasnya.Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga mengapresiasi peran FKUB Kota Makassar yang dinilai konsisten menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi, kesetaraan, serta kerja sama antarumat beragama. Ia mengajak seluruh tokoh agama untuk terus menanamkan nilai-nilai ajaran agama melalui etos dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar berdampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.Selain itu, Ali Yafid mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara di tiga provinsi yang terdampak musibah, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian kemanusiaan lintas iman. Sementara itu, Ketua FKUB Kota Makassar, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini. Ia menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam keluarga sebagai fondasi membangun harmoni dalam keberagaman.Melalui momentum Open House Natal 2025 ini, Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan berharap semangat persaudaraan, kerja sama, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat terus dirawat bersama, demi terwujudnya masyarakat Sulawesi Selatan yang rukun, damai, dan berkeadaban. (HDI)</description>
					                </item><item>
						                <title>Perkuat Nilai Empati dan Kepedulian, Kemenag Kota MakassarGelar Bimtek KBC</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/perkuat-nilai-empati-dan-kepedulian-kemenag-kota-makassargelar-bimtek-kbc</link>
						                <description>Makassar (Kemenag Sulsel) — Pengawas Bina Damping Kementerian Agama Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) se-Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Desember 2025 di Ruang Multimedia MAS Muallimin Muhammadiyah Cabang Makassar.Bimtek diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari enam MAS, yakni MAS Muallimin Muhammadiyah Cabang Makassar, MAS Pondok Pesantren Ummul Mukminin, MAS Faqihul Ilmi, MAS Darul Ihsan, MAS MDIA Bontoala, dan MAS Al-Musyawwirah Makassar.Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, di antaranya Rosdiati, S.Ag., M.Si., Amaluddin, S.Pd., M.Pd., dan Andi Sitti Zakiah, S.S., M.M., yang membahas konsep, strategi, serta praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan madrasah.Ketua Panitia Bimtek, Muhajir Basri, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan bimtek berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.Menurut Muhajir, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kebutuhan madrasah dalam upaya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter. “Kurikulum ini menjadi strategi penguatan pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.Sementara itu, Pengawas Bina Damping Kementerian Agama Kota Makassar, Dra. Hj. Hilmah Latief, M.Pd., menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan menjadi fondasi utama dalam penguatan karakter dan budaya belajar di madrasah.“Kurikulum Berbasis Cinta tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diimplementasikan secara berkelanjutan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran,” jelasnya.Ia menambahkan bahwa KBC menekankan penguatan nilai kasih sayang, empati, kepedulian, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap sesama dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, diharapkan peserta didik memiliki kepekaan sosial, berakhlak mulia, serta mampu membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti bimtek dengan penuh antusias. Ia menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta harus diterapkan secara nyata dalam kehidupan madrasah.“Kurikulum cinta bukan sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam pembentukan karakter dan kemajuan peserta didik serta madrasah,” tegasnya.Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai cinta dalam kurikulum mencakup cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air. “Muara dari seluruh kurikulum adalah terwujudnya manusia yang bertakwa, cerdas, dan mandiri,” pungkasnya. (rls/arf)</description>
					                </item><item>
						                <title>Kementerian Agama Raih WTP 9 Kali Berturut-turut</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/kementerian-agama-raih-wtp-9-kali-berturutturut</link>
						                <description>Jakarta (Kemenag Sulsel) -- Komitmen Kementerian Agama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kembali membuahkan hasil. Untuk kesembilan kalinya secara beruntun sejak 2016, Laporan Keuangan Kemenag kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan cermin konsistensi tata kelola yang bersih dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik. Opini WTP disampaikan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 31a/S/VII/05/2025 tertanggal 27 Mei 2025 atas LKKA per 31 Desember 2024. Laporan ini disusun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Adapun penjelasan rinci atas angka-angka keuangan telah tercantum dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari LKKA. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa raihan WTP ke-9 tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian teknis, tetapi harus menjadi pemicu semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih nyata dan bermakna bagi masyarakat. “Saat ini tidak cukup kita hanya meraih WTP. Lebih dari itu, saya minta jajaran Kemenag untuk melakukan kerja-kerja yang berdampak bagi masyarakat. Program-program yang kita buat jangan sekadar seremoni, melainkan harus menghadirkan dampak nyata,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (9/9/2025). Ia juga menekankan pentingnya empati dalam merancang program. “Pikirkan dan laksanakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar program mercusuar,” tambahnya.Dengan capaian WTP ke-9 berturut-turut ini, Kementerian Agama meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Lebih dari itu, Kemenag bertekad menjadikan setiap program dan kebijakan sebagai wujud nyata pelayanan publik yang berorientasi pada kebermanfaatan, bukan sekadar simbolis. (Humas dan Komunikasi Publik)</description>
					                </item><item>
						                <title>Kemenag Selesaikan PPG Daljab Guru PAI 2025, Tahun Depan Bisa Terima Tunjangan Profesi</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/kemenag-selesaikan-ppg-daljab-guru-pai-2025-tahun-depan-bisa-terima-tunjangan-profesi</link>
						                <description>Jakarta, Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menetapkan 69.313 guru mata pelajaran PAI di sekolah sebagai peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Angkatan II Tahun 2025. Jumlah ini melengkapi 21.715 guru PAI yang tergabung pada angkatan I. Tahun ini, ada 91.028 guru PAI Dalam Jabatan (Daljab) yang mengikuti PPG. Jika seluruh peserta lulus PPG, maka mereka akan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai 2026. Hal ini menandai komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyelesaikan sertifikasi guru melalui PPG secara menyeluruh tahun ini. Ia juga menekankan bahwa TPG untuk guru Non-ASN telah mengalami kenaikan. “Kemenag berkomitmen mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo. Ini bukan hanya penting, tapi juga mulia, karena kesejahteraan guru adalah pilar bagi keberkahan pendidikan. Saya berharap guru semakin terangkat muru’ah-nya dan makin kompeten dalam mengajar,” ujar Menag di Jakarta, Senin (18/8/2025). Sesuai ketentuan, guru yang lulus PPG pada tahun berjalan akan menerima TPG pada tahun berikutnya. Besaran TPG bagi guru ASN (PNS dan PPPK) adalah setara satu kali gaji, sementara guru Non-ASN menerima Rp2.000.000 per bulan, meningkat dari sebelumnya Rp1.500.000. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, PPG PAI tetap dituntaskan tahun ini. Skema pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, dan Baznas. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung suksesnya PPG PAI ini. Setelah semua guru PAI Daljab disertifikasi tahun ini, kami bisa lebih fokus meningkatkan kompetensi guru PAI lainnya pada tahun-tahun mendatang,” ucapnya. Direktur PAI, M. Munir, menyebutkan bahwa guru yang lolos menjadi peserta PPG PAI Angkatan II Tahun 2025 dapat melihat statusnya melalui akun Siaga Guru PAI masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran PPG akan dimulai awal September 2025. “Saya imbau seluruh peserta untuk segera melakukan proses lapor diri ke LPTK yang telah ditetapkan, mulai 18 hingga 31 Agustus 2025,” kata Munir. Dengan langkah ini, lanjut Munir, Kemenag tidak hanya menunjukkan dukungan konkret terhadap program prioritas nasional, tetapi juga menegaskan kehadiran negara dalam memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalisme guru agama di Indonesia. (Humas)</description>
					                </item><item>
						                <title>Menag Minta UIN Alauddin Dan Kanwil Kemenag Sulsel Jadi Lokomotif Peradaban Ilmu Pengetahuan Islam M</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/menag-minta-uin-alauddin-dan-kanwil-kemenag-sulsel-jadi-lokomotif-peradaban-ilmu-pengetahuan-islam-modern</link>
						                <description>Makassar, Kemenag Sulsel - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menjadi lokomotif peradaban ilmu pengetahuan Islam modern. Pesan ini disampaikan dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara di kampus UIN Alauddin.“Saya berharap sebetulnya Alauddin ini bisa menjadi epicentrum peradaban masyarakat modern dunia Islam akan datang,” ujar Nasaruddin Umar, (Sabtu, 30 Agustus 2025).Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UIN Alauddin Hamdan Juhanis, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan Ali Yafid beserta Jajarannya.Menag menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat keilmuan Islam dunia, karena negara-negara lain seperti Mesir, Pakistan, dan beberapa negara Timur Tengah sedang menghadapi krisis. Dalam konteks itu, ia mengajak UIN Alauddin dan Kanwil Kemenag Sulsel bersinergi.“Kalau ingin menciptakan tradisi keilmuan yang kuat, itu harus menciptakan epicentrum keilmuan. Dan saya yakin salah satu lokusnya bisa di UIN Alauddin Makassar ini. Kanwil Sulsel bisa membuat kebijakan berdasarkan hasil penelitian yang dihasilkan UIN Alauddin,” jelasnya.Menurutnya, membangun epicentrum keilmuan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Kanwil Kemenag Sulsel. Ia menekankan perlunya sinergi dengan perguruan tinggi lain di Makassar, baik negeri maupun swasta.“Di sini ada Unhas, ada UMI, ada IKIP Makassar, UNM. Nah, ini perlu kita sinergi. Jangan kita sendiri ingin mengorbitkan peradaban dunia Islam modern. Mari kita sinergikan,” tegas Menag.Nasaruddin juga menekankan pentingnya membangun tradisi riset, diskusi akademik, serta memperkuat perpustakaan sebagai jantung pengembangan ilmu. “Yang paling pertama harus dibangun adalah perpustakaan. Anggaran kita itu harus diperbanyak ke perpustakaan,” imbuhnya.Ia mengingatkan agar civitas akademika dan ASN Kemenag tidak terjebak pada perbedaan kelompok, tetapi tetap menjaga kekompakan demi kemajuan bersama. “Kompak. Jangan mendiskreditkan orang hanya karena perbedaan golongan masyarakat. Udah lewat waktunya seperti itu. We are the one,” pungkasnya. (wrd)</description>
					                </item><item>
						                <title>Hingga September 2025, 4.410 Guru Madrasah di Sulawesi Selatan Telah Mengikuti PPG </title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/hingga-september-2025-4410-guru-madrasah-di-sulawesi-selatan-telah-mengikuti-ppg-</link>
						                <description>Makassar, (Humas Kemenag) –Perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu guru madrasah terus mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini ditegaskan Menteri Agama Republik Indonesia saat membuka Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025, yang digelar secara resmi pada awal September.Menurut Menag, pemerintah telah melakukan kebijakan signifikan, antara lain dengan menaikkan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non pegawai negeri sipil (PNS). Kebijakan ini menjadi bukti keberpihakan negara terhadap kesejahteraan guru yang mengabdikan diri di berbagai daerah. Kementerian Agama terus berkomitmen meningkatkan mutu guru madrasah melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Hingga September 2025, sebanyak 4.410 guru madrasah di Sulawesi Selatan tercatat telah mengikuti PPG hingga Batch 3. Jumlah ini meningkat pesat dibanding tahun 2024, di mana hanya 58 guru yang dinyatakan lulus PPG.Sementara itu, pada tahun sebelumnya, yakni 2024, jumlah guru madrasah yang dinyatakan lulus PPG hanya sebanyak 58 orang. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal partisipasi guru madrasah mengikuti program PPG pada tahun berjalan.Usai mengikuti Pembukaan PPG Batch 3 melalui zoom, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Wahyuddin Hakim, menyampaikan apresiasi atas semangat guru madrasah yang terus berupaya meningkatkan kompetensi melalui PPG. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus mendorong peningkatan kuota PPG agar semakin banyak guru yang memperoleh kesempatan.“PPG menjadi instrumen penting untuk mewujudkan guru madrasah yang profesional dan berkualitas. Dengan bertambahnya jumlah peserta, kita optimis mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Selatan akan semakin meningkat,” ungkap H. Wahyuddin HakimMenurut Kabid Penmad, angka tersebut menjadi bukti nyata adanya keseriusan pemerintah dalam memberikan akses yang lebih luas bagi guru madrasah untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. “Kami berharap dengan peningkatan jumlah peserta PPG, kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern,” tambahnya.Kanwil Kemenag Sulsel melalui Bidang Pendidikan Madrasah juga terus melakukan pendampingan, pembinaan, dan fasilitasi bagi guru madrasah agar siap mengikuti PPG dan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. (AR)</description>
					                </item><item>
						                <title>Operasional Penyelenggaraan Haji Embarkasi Makassar Berakhir, 15.831 JH Telah Dipulangkan</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/operasional-penyelenggaraan-haji-embarkasi-makassar-berakhir-15831-jh-telah-dipulangkan</link>
						                <description>MAKASSAR, Kemenag Sulsel - Operasional penyelenggaraan haji di embarkasi UPG Makassar berakhir, ditandai kedatangan Jemaah Haji (JH) kloter 40 asal kabupaten Jeneponto dan Maros pada Kamis, 10 Juli 2025.Kloter 40 ini mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 06.30 WITA dengan jemaah sebanyak 384 orang. Kedatangannya disambut dengan tarian tradisional Bugis-Makassar, tari paduppa di aula Arafah Asrama Haji Makassar.Dikatakan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Makassar, H. Ali Yafid. sebanyak 15.831 jemaah telah dipulangkan selama proses debarkasi sejak 11 Juni hingga 10 Juli 2005.“Selama proses debarkasi yang berlangsung satu bulan, 11 Juni sampai 10 Juli, sebanyak 15,831 jemaah telah dipulangkan melalui embarkasi Makassar,” katanya.Sebagai pejuang etika, pejuang peradaban dan akhlakul karimah, sambung Ali Yafid, para jemaah diharapkan dapat membawa kesejukan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat Jeneponto dan Maros.“Insyaallah bapak ibu sebagai pejuang etika, peradaban dan akhlakul karimah, dan dengan kembaruran hajinya akan membawa kedamaian, kesejahteraan dan kesujukan bagi masyarakat Jeneponto dan Maros,” harapya.Ali Yafid yang juga merupakan Kakanwil Kemenag Sulsel tak lupa menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan stakeholder yang turut menykseskan penyelenggaraan ibadah haji melalui embarkasi Makassar, sekaligus  meminta maaf jika terdapat layanan yang tidak maksimal.“Tentu kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut menyukseskan penyelenggaraan haji melalui embarkasi Makassar. Semoga kita dapat meraih kembali prestasi sebagai embarkasi terbaik di Indonesia,” pungkasnya.Kloter 40 ini diterima secara resmi oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir mewakili Pemerintah Daerah asal Jemaah. Turut hadir Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makasar, Kakan Kemenag Kabupaten Maros dan Jeneponto, para Pejabat Administrator lingkup Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala UPT Asrama Haji Makassar, serta Ketua DPW Kanwil Kemenag Sulsel bersama jajaran.Sebagai informasi tambahan, PPIH embarkasi / debarkasi Makassar pada musim haji 1446 H / 2025 M memberangkatkan 15.597 jemaah dan 284 petugas Kloter / PHD. Adapun yang wafat di Tanah Suci sebanyak 40 orang, wafat dalam perjalanan pulang 5 orang, dan yang sedangn menjalani perawatan di Arab Saudi sebanyak 5 orang. (AB)</description>
					                </item><item>
						                <title>KUA Tanete Riattang Timur  Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/kua-tanete-riattang-timur--gelar-pembinaan-keluarga-sakinah</link>
						                <description>Bajoe, Kemenag Bone – Kantor Urusan Agama (KUA) Tanete Riattang Timur sukses menggelar kegiatan pembinaan keluarga sakinah pada Rabu (09/07/ 2025). Bertempat di Masjid Amirul Jannah, Jalan H. Andi Sampara, Kelurahan Bajoe, acara ini diikuti antusias oleh anggota majelis taklim binaan penyuluh agama Islam Kecamatan Tanete Riattang Timur (Taritim).Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program layanan KUA berbasis keluarga, khususnya melalui Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah). Inisiatif ini menunjukkan komitmen KUA dalam memperkuat ketahanan keluarga di wilayahnya.Kepala KUA Taritim, Sahrudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran istri dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. "Istri memiliki peran sentral dalam menciptakan suasana harmonis dan penuh kasih sayang di dalam rumah tangga," ujar Sahrudin. Ia menambahkan bahwa keutuhan dan kebahagiaan keluarga sangat bergantung pada sinergi dan pemahaman peran masing-masing anggota.Pembinaan ini diharapkan dapat memberikan bekal ilmu dan pemahaman kepada para peserta tentang bagaimana membangun dan mempertahankan keluarga yang harmonis sesuai dengan ajaran agama. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lebih banyak keluarga yang kokoh dan sejahtera di Tanete Riattang Timur. (az/ahdi)</description>
					                </item><item>
						                <title>Kemenag Tana Toraja Gelar Program Jejak Kebaikan Zakat Dan Wakaf</title>
						                <link>https://ppidsulsel.kemenag.go.id/berita/detail/kemenag-tana-toraja-gelar-program-jejak-kebaikan-zakat-dan-wakaf</link>
						                <description>Makale, Kemenag - Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja menggelar kegiatan "Peaceful Muharram: Lebaran Yatim dan Difabel" yang dirangkaikan dengan Launching Program Jejak Kebaikan Zakat dan Wakaf secara nasional pada Jum'at, 4/7/25 di aula Kemenag Tana Toraja.Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Kemenag Tana Toraja bersama BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang turut berperan aktif dalam penyaluran bantuan. Puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan sosial sebagai wujud nyata semangat kepedulian dan keberkahan di bulan Muharram.Mengangkat tema “Suatu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pemerataan manfaat zakat dan wakaf, serta menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan secara lebih adil dan menyeluruh.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati sosial, dan menguatkan misi kemanusiaan.“Kami ingin memastikan bahwa zakat dan wakaf tidak hanya dikelola, tapi juga dirasakan manfaatnya secara nyata oleh yang paling membutuhkan, termasuk anak yatim dan saudara-saudara kita yang difabel,” ujarnya.Pelibatan BAZNAS dan LAZ dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga zakat dalam memperkuat sistem distribusi bantuan yang amanah, profesional, dan berdampak. (Imm)</description>
					                </item></channel>
  	</rss>